Sokola Rimba: Pengalaman Belajar Bersama Orang Rimba

Sokola Rimba: Pengalaman Belajar Bersama Orang Rimba

Sokola Rimba Pengalaman Belajar Bersama Orang Rimba Membaca tulisan Butet saya merasa menjadi Orang Rimba Sungguh saya merasa tercerahkan Selamat atas tulisan ini Semoga Orang Rimba dan lingkungannya menjadi lebih baik lagi Amin Iwan Fals musisi Saya

  • Title: Sokola Rimba: Pengalaman Belajar Bersama Orang Rimba
  • Author: Butet Manurung Dodi Yuniar
  • ISBN: 9789797097547
  • Page: 414
  • Format: Paperback
  • Membaca tulisan Butet saya merasa menjadi Orang Rimba Sungguh, saya merasa tercerahkan Selamat atas tulisan ini Semoga Orang Rimba dan lingkungannya menjadi lebih baik lagi Amin Iwan Fals, musisi Saya jadi ingat orang Baduy, Banten Selatan, yang tidak butuh sekolah Kata mereka, mendingan bodoh daripada pintar buat minterin orang lain Bagi saya, buku ini merupakan Membaca tulisan Butet saya merasa menjadi Orang Rimba Sungguh, saya merasa tercerahkan Selamat atas tulisan ini Semoga Orang Rimba dan lingkungannya menjadi lebih baik lagi Amin Iwan Fals, musisi Saya jadi ingat orang Baduy, Banten Selatan, yang tidak butuh sekolah Kata mereka, mendingan bodoh daripada pintar buat minterin orang lain Bagi saya, buku ini merupakan gambaran anak muda Indonesia, yang mau hidup berbagi dengan orang yang terpinggirkan dari arus modernisasi Butet memberi contoh lewat buku ini, bahwa ilmu yang kita miliki harus dibagikan kepada orang lain yang kesulitan menjangkaunya Butet ternyata sudah melampaui generasinya, yang umumnya menyukai cara seduh langsung dimakan Semoga muncul generasi pionir seperti Butet di negeri ini Berbagi itu indah Gola Gong, pengelola Rumah Dunia Siapa yang berhak membuat definisi dan mengklaim diri sebagai yang paling beradab Catatan Butet memperlihatkan kelumpuhan teori di hadapan pengalaman manusia dan fakta fakta tentang keseharian mereka Sebaliknya, si pemilik pengalaman itulah yang paling berhak atas definisi dan teori tentang diri dan kehidupannya.Buku ini mengoreksi banyak hal yang secara umum diasumsikan, diyakini, dan disebarkan oleh kaum cerdik pandai, politisi, pengusaha, pemimpin agama, dan siapa pun pemegang kekuasaan dominan Seluruh isinya membawa saya pada perenungan panjang tentang makna peradaban, dan tentang keindonesiaan Kerja masih jauh dari selesai Terima kasih, Butet Maria Hartiningsih, jurnalis senior Harian KOMPAS, memfokuskan diri pada isu isu HAM Buku ini merupakan catatan dari seorang petualang dan pengabdi lingkungan yang disajikan secara apa adanya , nyata, hidup, penuh dengan pengalaman langsung tangan pertama Lewat proses pengalaman langsung ini, Butet tidak saja berhasil mendidik Orang Rimba, tapi juga belajar dari dan diajari oleh Orang Rimba tentang cara pandang, budaya, perilaku dan kehidupan Orang Rimba dengan segala kekayaannya Sungguh merupakan pengalaman luar biasa, yang tidak akan didapat kalau Butet tetap berada di luar komunitas Orang Rimba.Sesungguhnya pendidikan harus dilakukan melalui dan berdasarkan budaya mereka agar mereka tidak tercabut dari alam dan budayanya Pendidikan bukanlah proses alienasi seseorang dari lingkungannya, atau dari potensi alamiah dan bakat bawaannya, melainkan proses pemberdayaan potensi dasar yang alamiah bawaan untuk menjadi benar benar aktual secara positif bagi dirinya dan sesamanya.Saya sangat menghargai dengan tulus kegigihan dan kerja gila si Butet yang telah menjadi Orang Rimba tanpa harus kehilangan identitasnya sebagai orang Batak, yang melalui itu berhasil mendampingi Orang Rimba menjadi terdidik tanpa kehilangan identitasnya sebagai Orang Rimba Sony Keraf, anggota DPR RI dan pemerhati lingkungan Judul Sokola Rimba Pengalaman Belajar Bersama Orang Rimba Penulis Butet Manurung Penyunting Dodi Yuniar Penerbit INSISTPress Edisi I, Juni 2007 Tebal 15x21cm, xvi 250hlm.

    • ☆ Sokola Rimba: Pengalaman Belajar Bersama Orang Rimba || ↠ PDF Read by ✓ Butet Manurung Dodi Yuniar
      414 Butet Manurung Dodi Yuniar
    • thumbnail Title: ☆ Sokola Rimba: Pengalaman Belajar Bersama Orang Rimba || ↠ PDF Read by ✓ Butet Manurung Dodi Yuniar
      Posted by:Butet Manurung Dodi Yuniar
      Published :2019-04-02T06:07:37+00:00

    824 Comment

    ---belajar itu pentingMembaca judulnya saja, aku langsung terinspirasi. Meskipun bernuansa lokal (bahasa, dialek) namun karena kesamaan bunyi dengan kata sekolah dalam Bahasa Indonesia, kupikir semua yang melihat buku ini pasti sudah dapat menebak garis besar isi buku ini dengan hanya membaca judulnya, Sokola Rimba. Daya pikat kata sekolah itu kemudian berkolaborasi menakjubkan dengan kata rimba, yang sekali lagi, siapapun bakal dengan mudah menampilkan imajinasi akan keasrian pepohonan hijau ya [...]

    Do what you love and love what you do.Saya melihat semangat itu dari seorang Butet, melakukan sesuatu yang sangat Ia cintai dan mencintai apa yang sedang Ia kerjakan.Pembelajaran itu sebuah proses, dari tidak tahu mejadi mahir. Setiap orang, siapapun dia, akan selalu mendapat pelajaran dari orang lain disadari atau tidak.Karena hidup itu sendiri adalah belajar.

    Let's learn, and then we can teach;Let's change, and then we can change the world;Let's acknowledge the needs, and then we can help.***Untuk mengajar kita perlu belajar,Untuk mengubah dunia kita perlu berubah lebih dulu,Untuk menolong, mari pahami dulu apa kebutuhan mereka.

    Izinkan saya terlebih dahulu menceritakan pertemuan pertama saya dengan GoodReads dan GoodReads Indonesia (GRI):Saya pertama kali berkenalan dengan GRI sekitar bulan Maret 2009. Bosan dengan Facebook ditambah lagi ada beberapa stalker yang menyebabkan saya menutup akun Facebook saya tersebut. Saya mulai bertanya dengan teman sekitar adakah sebuah website yang khusus berisikan resensi berbagai buku. Ismi, teman saya akhirnya memberikan alamat GoodReads, saya langsung jatuh cinta pada pertemuan pe [...]

    MUST READ BOOK!!!What I learned from this book : VERYVERY MUCH AND MUCH MORE.Buku ini benar-benar menunjukkan apa yang dinamakan CINTA yang SUNGGUH-SUNGGUH MENCINTAI ( Bukan Cinta Mati Lho)Disini ditunjukkan bagaimana seorang Butet mencintai dunia kecilnya di Rimba, dari pengenalan, penjajagan, hingga pendalaman kharakter masing-masing bahkan sampai bingung mana yang orang Rimba yang asli.Proses 'Take and Give'nya benar-benar terasaBagaimana perasaan Butet dari kesusahannya, perjuangan dan kegig [...]

    Saat mendengarkan kata ‘sekolah’ terucap, apakah yang terbayangkan di benakmu ? Apakah itu sebuah gedung dengan ruangan-ruangan kelas ? Ataukah buku, kapur, pensil, dan peralatan tulis lainnya ? Apakah terbayang di benakmu guru-guru yang memakai seragam rapi ? Atau jam-jam pelajaran yang padat dengan sedikitnya waktu istirahat untuk bercengkarama dengan para sahabat ?Sokola Rimba adalah sebuah sekolah yang jauh sekali dari semua bayangan itu. Butet Manurung, salah seorang pelopor Sokola Rimb [...]

    #2010-41#"Pasal 31 (1) Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan."Sebenarnya, aku lupa dengan isi pasal-pasal UUD 45 yang terakhir kubaca sewaktu SMA. Dan seiring dengan perkembangan politik di negeri ini yang semakin cepat pergerakannya, membuat aku memilih untuk melewatkan apa yang terjadi dalam tata kenegaraan. Ketika meng-goggling kata-kata di atas, ternyata banyak pasal-pasal UUD 45 yang sudah banyak berubah redaksionalnya karena di-amandemen beberapa tahun yang lalu.Ternyata hal-hal d [...]

    Membaca buku ini benar-benar berkesan. Menurutku Butet mengisahkannya dengan penuh cinta. Butet menyuguhkan kehidupan Rimba bukanlah sebuah dunia yang tidak nyaman tapi INDAH. Indah karena kesederhanaanya, keluguannya, struktur masyarakatnya, keteguhannya dengan adat dan rimbanya.Yang sangat menarik soal budaya orang rimba adalah sistem matrilinear yang dianutnya. Laki-laki sebelum menikah di magangkan dulu di rumah calon mertuanya, bekerja, berburu dll. Setelah 3 bulan, jika calon mertua tidak [...]

    Pengalaman Butet sangat mahal, malah sangat berharga untuk memori hidup. Kisah kembara hidup selama 13 tahun di Bukit Dua Belas banyak mencetus daya fikir.Butet bukan hanya sekadar berkongsi rutin kehidupan seorang pendidik di hutan, bukan hanya berkisah hal anak-anak rimba yang lucu, atau tentangan orang rimba terhadap pendidikan. Lebih dari itu, Butet mengajak kita berfikir dan membuang stereotype yang sudah lama bersarang dalam fikiran manusia kota terhadap orang rimba.Bercawat itu ketinggala [...]

    Membaca Sokola Rimba, membuat saya mengingat kejadian bbrp tahun lalu. Waktu saya masih bekerja di kantor pertama saya setelah lulus kuliah. Di sebuah perusahaan elektronik di Cibitung. Waktu itu saya dan teman saya, Rima, harus berjalan ke arah gudang chemical sehingga mendapatkan data aktual stok. Untuk menuju gudang tersebut, dari kantor depan, kami memilih melewati bbrp production line dibandingkan melewati jalan antar gedung yang jelas akan merasakan panas matahari yang menyengat. Entah bag [...]

    Dia perempuan, dia pernah menjadi mahasiswa di perguruan tinggi negeri di Bandung, dia pun seorang pecinta alam. Keadaannya sama seperti saya sekarang. Bedanya, menurut saya, beruntunglah dia karena telah terbuka pikirannya dan mengaplikasikan segala pengalaman hidupnya baik dalam pendidikan dan kepecintaalaman yang telah ditempuhnya. Sokola Rimba rintisannya adalah buktinya. Aplikasi nyata generasi muda di tengah jaman modern yang penuh dengan orang yang berteori dan nol dalam perbuatan.Bahasa [...]

    kagum sekaligus iri dengan rasa sosial dan pengabdian Butet manurung terhadap anak bangsa. Mempertanyakan pada diri kita sendiri "sudah bermanfaatkah saya bagi orang lain?", "seberapa besar manfaat saya bagi orang lain?"

    Dalam buku ini Butet mengajarkan bahwa keberhasilan perjuangan berawal dari cinta. Sangat inspiratif dan mengharukan (meskipun sangat terlihat Butet tidak mau terlihat melankolis dalam tulisannya).Berawal dari kecintaannya pada rimba sejak kuliah, ia kemudian bekerja sebagai fasilitator pengajar WARSI, sebuah LSM konservasi rimba di Jambi. Petualangannya dalam mengajar orang rimba baca tulis mendapat banyak hambatan dan tantangan, namun tekadnya untuk mewujudkan kehidupan orang rimba yang lebih [...]

    “Benarkah konvervasi hutan adalah satu-satunya jawaban? Bahwa kalau ada hutan, pasti Orang Rimba hidup bahagia? Hutan thok… tanpa perlu meningkatkan kapasitas mereka?”–halaman 179.Ya, buku ini memang bercerita mengenai kehidupan Orang Rimba. Hmmm… lebih tepatnya adalah catatan seorang Butet saat mencoba mendekati Orang Rimba untuk mengenal pendidikan. Jika dibilang menginspirasi menurut saya bisa ya, bisa juga tidak. Namun, yang jelas adalah bahwa buku ini menggambarkan realitas tentan [...]

    SOKOLA RIMBA, SEBUAH PANGGILAN JIWA BUTET MANURUNG(resensi ini dimuat di majalan Link Go edisi 2 tahun 2014)Tak seperti filmnya, di buku ini kita tidak disuguhi sinematografi-sinematografi yang menawan khas pedalaman rimba Bukit Duabelas. Kita juga tidak disuguhi sebuah adegan memukau sebagaimana Prisia Nasution (pemeran Butet Manurung, red.) mempertahankan semangat belajar Nyungsong Bungo, salah seorang anak didiknya. Tapi lebih dari itu, di buku ini Anda akan menemukan catatan harian seorang a [...]

    Pengalaman Saur Marlina Manurung yang masyhur disapa "Butet" dalam buku ini benar-benar dahsyat. Beliau adalah seorang yang berani menempuh banyak kesulitan ketika hendak mengajarkan ilmu baca tulis dan hitung pada Anak-Anak Rimba di Jambi dengan upah dari lembaga sebesar Rp. 500.000 per bulan.Kesulitan itu bukan hanya dipaparkan oleh alam, namun juga oleh cemoohan orang di pasar, ancaman pencuri kayu, hingga kemarahan Masyarakat Rimba karena Sokola dianggap membawa sial dengan membawa kematian. [...]

    Sebuah buku yang sangat inspiring! Perjuangan Butet membuat sekolah untuk anak-anak Orang Rimba (OR) yang berasal dari catatan hariannya. Cerita sangat mengalir seolah-olah kita ikut "berkelana" di alam belantara OR.Dengan bermodal nekad, akhirnya Butet mampu mendirikan Sokola Rimba bersama rekan2nya dengan segala perjuannya menghadapi protes baik dari OR maupun dari birokrasi setempatKebetulan temanku ada yang pernah ikut mengajar di OR selama beberapa bulan, dan ternyata tak semudah yang dibay [...]

    goodread beneran!Dibaca beberapa kali bikin merindingnasaran pengin ikutan terjun langsung di rimba, heeebutuh keberanian dan keteguhan untuk bisa melakukan apa yang Butet lakukan untuk kehidupan suku-suku masyarakat adat.Membaca buku ini membuat kita mereview kembali satu dari beragam masalah kebudayaan di Indonesia, termasuk masalah yang dialami Orang Rimba beserta keinginan mereka sebagaimana mereka adanya, tanpa dicampuri "tangan-tangan luar" yang merecoki dengan beragam iming-iming hasil mo [...]

    Dejavu.perti pernah membaca buku ini sebelumnya tapi saya lupa. Lagi-lagi menginspirasi, dan memberikan perenungan bahwa 25 tahun saya terlewat tanpa sesuatu yang benar-benar berguna bagi lingkungan.

    Do you think you care? Well, here you will find a journal of a woman who cares and do something about it.

    Butet ini pernah nongkrong di kantin kan yah? Tempat member Human biasa berkongkow Ria. Wajahnya makin lekat setelah muncul di iklan layanan Kompas. betulkah?

    Terpukau dan waw keren. Tapi saya lumayan lama baca buku ini gara-gara sakit-sakitan dan mungkin juga bosan. Hehe. Habis, betul-betul kayak catatan. Setelah membaca saya bertanya-tanya, apakah yang disebut ‘pedalaman’ itu, sekarang, masih ada? Dan buku ini terasa nyambung sama omongan-omongan yang sering saya dengar soal lingkungan. Dalam buku ini, Mbak Butet nggak sepakat dengan para konservasionis yang mengesampingkan pendidikan buat komunitas adat. Soalnya, komunitas adat itulah yang ting [...]

    merasa kurang beruntung? merasa kurang motivasi?lihat mereka yang selalu semangat meski serba terbatas dan kekurangannyak hal yang diceritakan oleh Butet yang pernah saya alami, kembali membangkitkan kenangan dan euforia masuk keluar hutan di Halbar, Maluku Utara tahun 2014 lalu. memang selalu menyenangkan seperti itu. seperti itu, iya, sangat menyenangkan. ada beberapa hal juga yang akhirnya membuat saya akhirnya mengerti, akhirnya saya tahu jawabannyadi hutan mana pun kalau mandi di sungai gak [...]

    Membaca buku ini adalah sebuah anugerah. Banyak pelajaran-pelajaran penting yang didapatkan, khususnya bagaimana cara berhubungan dengan mereka yang kerap kali dianggap kolot, terbelakang, jauh dari peradaban, justru memiliki kearifan lokal yang begitu dalam. Aturan-aturan adat, mitos-mitos, dan falsafah hidup mereka ternyata jauh lebih "maju" dari pada manusia-manusia kota yang kerap ditelan keseharian. Di sini juga saya belajar bahwa apa yang disebut niat baik oleh pemerintah/pengusaha ternyat [...]

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *